, ,

Tragedi Kebakaran Kemayoran, Momentum Perbaikan Sistem Keselamatan Gedung

oleh -818 Dilihat

Lubuk Linggau – Tragedi Kebakaran Kemayoran, Momentum Perbaikan Sistem Keselamatan Gedung. Sebuah kejadian Kebakaran hebat terjadi di sebuah gedung kantor di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025.

Api diduga berasal dari area penyimpanan baterai drone di lantai bawah gedung dan dengan cepat menyebar ke lantai atas. Proses pemadaman melibatkan puluhan unit pemadam kebakaran dan memakan waktu beberapa jam. Peristiwa ini menewaskan 22 orang, sebagian besar korban meninggal akibat menghirup asap tebal (asfiksia), bukan karena terbakar langsung. Selain itu, puluhan orang berhasil dievakuasi dengan kondisi luka ringan hingga trauma.

Hasil penyelidikan awal mengungkap adanya kelalaian dalam sistem keselamatan gedung, seperti tidak berfungsinya alarm kebakaran dan akses evakuasi yang terbatas. Aparat penegak hukum kemudian menetapkan pimpinan perusahaan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian. Pemerintah daerah merespons dengan memerintahkan audit keselamatan gedung di Jakarta. Menurut saya, kebakaran ini bukan sekadar musibah, tetapi cerminan lemahnya pengawasan keselamatan kerja dan bangunan di perkotaan.

Baca Juga : Teknologi Digital: Membantu atau Menggantikan Cara Berpikirnya?

Tragedi Kebakaran Kemayoran
Tragedi Kebakaran Kemayoran

Banyaknya korban jiwa menunjukkan bahwa standar keselamatan tidak diterapkan secara serius, terutama dalam penyimpanan bahan berbahaya seperti baterai berdaya tinggi. Kelalaian dalam menyediakan alarm kebakaran dan jalur evakuasi yang layak merupakan pelanggaran serius terhadap hak keselamatan pekerja. Penetapan tersangka sudah tepat sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum, namun hal ini seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh pengelola gedung dan perusahaan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan demi efisiensi atau keuntungan.

Ke depan, pemerintah perlu lebih tegas dalam inspeksi rutin, pemberian sanksi, dan edukasi keselamatan kerja. Tragedi ini seharusnya menjadi momentum perbaikan sistem keselamatan gedung agar kejadian serupa tidak terulang. ASPIRASI mengungkapkan bahwa selama ini telah banyak menerima laporan mengenai buruknya penerapan standar K3 di berbagai gedung bertingkat.Kebakaran Gedung. “Negara wajib hadir. Jangan biarkan tragedi ini menjadi statistik berikutnya. Standar keselamatan tidak boleh ada kompromi,” ujar Mirah.

Selain itu, ASPIRASI juga meminta seluruh manajemen gedung dan perusahaan di Indonesia untuk segera yang diduga menyimpan material berisiko tinggi seperti baterai litium, semakin memperkuat dugaan lemahnya audit keselamatan oleh pihak pemerintah maupun pengelola gedung. Mirah menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan tragedi seperti ini terulang. ASPIRASI mendesak pemerintah pusat dan Pemprov. “Negara wajib hadir. Jangan biarkan tragedi ini menjadi statistik berikutnya. Standar keselamatan tidak boleh ada kompromi,” ujar Mirah.

Selain itu, ASPIRASI juga meminta seluruh manajemen gedung dan perusahaan di Indonesia untuk segera. Menutup pernyataannya, Mirah kembali menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa ASPIRASI akan terus memperjuangkan hak-hak keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh pekerja Indonesia. “Tidak boleh ada satu pun pekerja yang pulang tinggal nama hanya karena kelalaian pihak pengelola gedung. Ini harus dihentikan,” pungkasnya.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.