
Ruang Lubuk Linggau – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengumumkan kabar menggembirakan bagi masyarakat Bengkulu dan Sumatera Selatan. Pembangunan Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau kembali dimasukkan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Pusat per September 2025. Keputusan ini menandai langkah maju dalam upaya mempercepat konektivitas wilayah dan membuka akses ekonomi lebih luas bagi provinsi di pesisir barat Sumatra tersebut.
“Alhamdulillah, ikhtiar dan doa kita semua akhirnya membuahkan hasil,” ujar Gubernur Helmi Hasan di Bengkulu, Senin, dengan nada penuh syukur dan optimisme.
Menurut Helmi, proses advokasi agar proyek tol ini kembali masuk PSN bukan perjalanan yang singkat. Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama anggota DPR RI, kementerian terkait, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah di kawasan penyangga, terus melakukan komunikasi dan lobi intensif selama hampir satu tahun terakhir.
Latar Belakang Proyek Tol Bengkulu–Lubuklinggau
Proyek jalan tol ini pertama kali masuk daftar PSN pada periode sebelumnya dan memulai pembangunan Seksi I Taba Penanjung–Bengkulu, yang diresmikan pada 2023 langsung oleh Presiden Joko Widodo. Kehadiran seksi pertama ini menjadi tonggak hadirnya jaringan tol pertama dalam sejarah Provinsi Bengkulu.
Namun, setelah Seksi I selesai, kelanjutan pembangunan untuk Seksi II (Curup–Taba Penanjung) dan Seksi III (Lubuklinggau–Curup) sempat tidak lagi tercantum dalam PSN tahun 2024. Hal tersebut memengaruhi proses pendanaan, pembebasan lahan, serta timeline pengerjaan yang akhirnya mengalami stagnasi.
Memasuki 2025, Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali mengajukan proposal percepatan, memperkuat argumentasi urgensi tol bagi pembangunan ekonomi regional, hingga akhirnya Pemerintah Pusat menetapkan proyek tersebut kembali sebagai bagian PSN.
Masuknya Kembali dalam PSN 2025
Jalan Tol Lubuklinggau–Curup–Bengkulu kini kembali tercantum secara resmi dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang merupakan Perubahan Kedelapan atas Permenko Nomor 7 Tahun 2021 tentang Proyek Strategis Nasional. Regulasi tersebut ditandatangani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 24 September 2025.
Dalam daftar PSN terbaru, terdapat 50 proyek jalan tol nasional, termasuk lanjutan tol Bengkulu–Lubuklinggau, yang dinilai strategis karena berdampak langsung pada pemerataan pembangunan dan penguatan rantai logistik nasional.
Rincian Seksi Jalan Tol
Tol Bengkulu–Lubuklinggau terbagi dalam beberapa seksi utama:
1. Seksi I: Bengkulu – Taba Penanjung (Telah Beroperasi)
-
Diresmikan Presiden Jokowi pada 2023.
-
Menjadi akses tol pertama yang dimiliki Bengkulu.
-
Memangkas waktu tempuh dari Kota Bengkulu ke perbukitan Rejang Lebong secara signifikan.
2. Seksi II: Taba Penanjung – Curup (Rejang Lebong)
-
Mendapat perhatian karena berada di wilayah geografis menantang dengan lanskap perbukitan.
-
Pada 2024 sempat tidak masuk PSN sehingga mengalami penundaan proses lelang dan pendanaan.
3. Seksi III: Curup – Lubuklinggau (Sumatera Selatan)
-
Jalur vital yang menghubungkan Bengkulu dengan pusat perdagangan Lubuklinggau.
-
Bagian ini dianggap krusial untuk memperkuat jalur logistik menuju Lampung, Palembang, dan jaringan tol Trans-Sumatera.
Dengan masuk kembali ke PSN, ketiga seksi tersebut dapat kembali diproses melalui mekanisme pendanaan dan pengawasan pemerintah pusat, serta prioritas oleh Kementerian PUPR.
Dampak Ekonomi dan Strategis bagi Bengkulu–Sumsel
Pemerintah menilai bahwa proyek ini memiliki dampak besar terhadap kawasan Bengkulu dan Sumatera Selatan, antara lain:
1. Memperkuat Jalur Logistik Sumatra Barat–Tengah–Selatan
Tol ini akan menghubungkan:
-
Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu,
-
Kawasan industri di Lubuklinggau dan Musi Rawas,
-
Akses menuju Tol Trans-Sumatera.
2. Menekan Biaya Angkutan Komoditas
Biaya logistik komoditas unggulan seperti:
-
batu bara,
-
karet,
-
sawit,
-
kopi,
-
dan produk pertanian lain,
diperkirakan turun hingga 25%.
3. Memangkas Waktu Tempuh Secara Dramatis
-
Bengkulu – Lubuklinggau: dari 5–6 jam menjadi hanya 1,5–2 jam.
-
Curup – Bengkulu: dari 2 jam menjadi sekitar 30–40 menit.
4. Mendorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Akses yang lebih cepat ke destinasi wisata seperti:
-
Danau Dendam Tak Sudah,
-
Benteng Marlborough,
-
Bukit Kaba,
-
Air Terjun Curup.
5. Menarik Investasi Baru
Beberapa investor industri logistik dan kawasan pergudangan disebut mulai menunjukkan minat setelah kabar PSN diumumkan.
Respons Pemerintah dan Masyarakat
Gubernur Helmi menegaskan pemerintah daerah siap mempercepat pembebasan lahan dan memastikan proses berjalan tanpa hambatan sosial. Ia juga meminta dukungan masyarakat karena pembangunan ini dinilai membawa manfaat jangka panjang.
“Kami ingin memastikan pembangunan berjalan cepat dan tepat. Saya berharap masyarakat ikut membantu karena tol ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh generasi di masa depan,” ujar Helmi.
Di sisi lain, para pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas transportasi menyambut positif pengembalian status PSN ini. Mereka menilai bahwa konektivitas Bengkulu–Sumsel merupakan kunci masuknya arus investasi yang selama ini terhambat akibat keterbatasan akses darat.
Penutup
Masuknya kembali Jalan Tol Bengkulu–Lubuklinggau dalam Proyek Strategis Nasional tahun 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan infrastruktur Sumatra bagian barat. Setelah sempat tertunda, kini proyek ini kembali mendapat dukungan penuh pemerintah pusat, membuka harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, dan masa depan konektivitas regional.







