Korban Travel Umrah Lapor Polres Lubuk Linggau

oleh -96 Dilihat

LUBUK LINGGAU Puluhan warga mendatangi Markas Polres Lubuk Linggau untuk melaporkan dugaan penipuan oleh sebuah agen perjalanan umrah. Para korban merasa kecewa karena pihak travel tidak kunjung memberangkatkan mereka ke tanah suci, meskipun mereka telah melunasi seluruh biaya perjalanan. Oleh karena itu, warga memutuskan untuk menempuh jalur hukum guna mendapatkan kepastian atas uang yang telah mereka setorkan.

Perwakilan korban menjelaskan bahwa agen tersebut menjanjikan keberangkatan pada akhir tahun lalu. Namun, hingga saat ini pihak travel terus memberikan alasan yang tidak masuk akal kepada para jemaah. Hasilnya, rasa ketidakpercayaan warga memuncak hingga mereka sepakat membawa kasus ini ke meja hijau.

Janji Manis yang Berujung Kekecewaan

Salah satu korban menceritakan bahwa pihak travel menawarkan paket umrah dengan harga yang sangat menggiurkan. Selain itu, agen tersebut menjamin fasilitas hotel berbintang dan pendampingan penuh selama ibadah berlangsung. Dengan demikian, banyak warga yang akhirnya tergiur dan mengajak anggota keluarga lainnya untuk mendaftar bersama-sama.

Total kerugian para korban ditaksir mencapai miliaran rupiah karena jumlah jemaah yang terdampak cukup banyak. Oleh sebab itu, penyidik Polres Lubuk Linggau kini mulai mengumpulkan bukti-bukti berupa kuitansi pembayaran dan brosur penawaran dari tangan pelapor. Langkah ini bertujuan agar kepolisian dapat segera memanggil pemilik agen travel tersebut untuk memberikan klarifikasi.

“Kami sudah menunggu sangat lama tanpa kepastian. Sebab, uang yang kami kumpulkan merupakan hasil tabungan bertahun-tahun yang kami simpan dengan susah payah,” ujar salah satu pelapor di depan ruang SPKT.

Polisi Mulai Lakukan Penyelidikan

Pihak Polres Lubuk Linggau mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari puluhan korban travel bodong tersebut. Bahkan, polisi akan

Baca juga:Nippon Paint Dukung Revitalisasi Masjid Agung As-Salam

Korban Ummi Wisata Travel Melapor ke Polres Lubuk Linggau, Akhirnya Bisa  Umrah Setelah Bayar 2 Kali

melakukan koordinasi dengan pihak perbankan untuk menelusuri aliran dana dari rekening agen perjalanan itu. Oleh karena itu, warga berharap kepolisian bekerja secara cepat agar uang mereka bisa kembali atau pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Masyarakat Lubuk Linggau pun diimbau untuk lebih waspada dalam memilih agen perjalanan umrah di masa mendatang. Dengan begitu, kasus serupa tidak akan terulang kembali dan merugikan lebih banyak jemaah calon haji atau umrah. Polisi berjanji akan memberikan informasi terbaru terkait perkembangan kasus ini secara transparan kepada media dan publik.

Dampak Sosial bagi Para Korban

Selain kerugian materi, para korban juga mengalami tekanan mental karena telah melakukan acara syukuran sebelum rencana keberangkatan. Hasilnya, beban moral terhadap tetangga dan keluarga besar menjadi alasan kuat mengapa mereka menuntut pertanggungjawaban penuh. Pada akhirnya, ketegasan hukum menjadi satu-satunya harapan bagi para jemaah untuk memulihkan nama baik dan kerugian mereka.

Warga meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap izin operasional travel umrah yang beredar di wilayah tersebut. Sebab, perlindungan terhadap jemaah harus menjadi prioritas agar ibadah suci tidak menjadi komoditas penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.